Ask Me why I Should Travelling Alone?

Salam Ceracau!


Alhamdulillah waa syukurillah blog saya sudah bermetamorfosis menjadi web pribadi saya. Kali ini sudah .COM! lega sekali setelah setting domain cukup lama menemui kendala hingga ahirnya berhasil juga. What a relief.. :D
Folding Chair Penulis, @Pantai Gigi Hiu Lampung

Sobat ceracau, belakangan ini sedang populer berbagai acara di Televisi tentang travelling. Semakin menjamur lagi dengan dukungan berbagai aplikasi di smartphone yang membuat kita memiliki referensi dan keberanian lebih untuk take a chance to travel sesuai dengan kehendak dan pertimbangan kita, sebut saja instagram, logbook, dan berbagai aplikasi pemesanan tiket praktis.

Poinnya adalah bahwa faktanya travelling penting bagi kesehatan mental, perkembangan jasmani, dan spiritual kita. Selain itu dari pengalaman travelling kita dapat banyak belajar mengenai pengetahuan dunia luar disamping menggali pengetahuan tenang diri sendiri tentunya. Dari lansiran beberapa situs travelling, banyak diantara mereka menyebutkan beberapa alasan kenapa harus travelling, bahkan kenapa penting travelling sendirian perlu dilakukan. Sobat ceracau bisa googling sendiri.

Diantaranya kita bisa belajar lebih banyak (wajib bagi muslimin dan muslimat hingga akhir hayat), mengenal siapa diri kita, mendapat banyak teman baru, teman lebih banyak berarti jalan rezeki baru makin banyak juga, mengenal budaya dan alasan orang melakukan sesuatu (mengambil hikmah/silverlining), mencoba berbagai rasa dan makanan baru (membiasakan kita mudah beradaptasi), dan juga menginspirasi kehidupan (dengan misalnya travolunteer, sekalian menjadi sukarelawan). Bayangkan jika yang demikian ini kita lakukan sendirian! tentunya semakin menantang dan sarat makna.

Bagi saya (tentu saja, karena ini catatan pribadi saya), travelling adalah passion saya, terutama sebagai seorang lelaki penting dong untuk mengasah diri, keluar dari zona nyaman, mencari keringat, mengasingkan diri, mencari jalan baru yang belum familiar dan sebagianya. Apalagi ditambah mengingat kalau kita masih muda. Ingat pepatah arab "Belajar diwaktu muda ibarat mengukir diatas batu, belajar di waktu tua ibarat menlukis diatas air" kan? tentu saja seorang pemuda apalagi lelaki sudah sepantasnya belajar lebih banyak, minum asam-garam lebih banyak, going extra miles, dll. 


Pantai Gigi Hiu (Batu Layaran), Pegadungan Tanggamus, Lampung
Tentu Sobat ingat potongan ayat Al-Quran yang menyatakan demikian, "Ar-rijaalu Qowwamuna AlanNisaa". Ya, laki-laki diberikan kelebihan (qawwam) diatas wanita. Itu juga yang mewajibkan kita yang memiliki kewajiban menafkahi anak istri kita kelak. Karena we actually born this way, kita diberikan gift yang lebih dari sononya. Pertanyaannya kemudian, Masak mau kita sia-siakan?.

Saya pikir, ada semacam tuntutan moral lebih bagi saya, terlepas apapun posisi sosial saya untuk mengenal lebih daerah sekitar saya, provinsi saya, negara saya lebih dari orang dari orang biasa kenal. Tentu saja bagaimana mungkin kita sibuk bilang kalau kita cinta negeri kita, Indonesia kalau kita tidak pernah kenal potensi-potensi dan pariwisata disekitar kita kan?.

Dengan kenal tidak hanya tahu, seperti persahabatan, saya ingat sahabat saya pernah mendefinisikan kalau kenal versi dia adalah kalau kita sudah tahu dan pernah berkunjung kerumahnya dan makan disana. ada benarnya juga pikir saya. Artinya kenal berarti dalam hal ini potensi pariwisata adalah dengan kita pernah mengunjungi tempatnya (rumahnya), dan makan disana (menikmati alamnya) dan tentu saja menjaga persahabatan itu (menjaga kelestariannya) sehingga ketika dikunjungi lagi, kita dapat "makan" lagi disana. Hal ini (makan) tidak akan terjadi ketika hubungan persahabatan kita tadi tidak kita jaga dengan baik. Oleh sebab itu tingkah tidak berpendidikan dan kekanak-kanakan dengan tidak menjaga kelestarian destinasi travelling adalah hal yang seharusnya tidak hanya kita kecam, tapi juga kita cegah jangan sampai terjadi dan kalau perlu kita obati.  
Puncak G. Seminung Lampung Barat


Jadi bagaimana kita bisa mengenalkan potensi daerah kita kalau kita sendiri belum pernah "kenal" daerah kita sendiri?. Jadi saya prefer meng-eksplorasi tuntas daerah sekitar saya dulu, provinsi saya dulu sebelum pergi lebih jauh, "makan" lebih jauh.

Sudahlah, mulai dari sekarang jika sobat memang laki, fearless, apalagi jomblo, Ai, sudah-sudahlah berangkat travelling mulai dari sekarang, mulailah dengan yang dekat, biayanya minim tapi sarat makna.

Kuncinya adalah kita harus bertanggung jawab atas pengaturan waktu dan managemen kewajiban dan tugas kita. maka saya sarankan travellinglah sejak dini, semakin muda semakin baik, sebelum tugas kuliah terlalu banyak sebelum yang longgar menjadi sempit, sebelum membangun keluarga, dll. Intinya, faster better. Ingat? Setiap yang berharga itu butuh pengorbanan, jadi bertanggung jawablah dengan tuntutan-tuntutan yang kita tinggalkan selagi travelling. 

Every trip and every fall has a certain silver-lining. including the struggle in how we have to slit the night rain, find out that our road was gone wrong cz we never been there before, find unfamiliar road, dusty wind, and lackness of gears. 
At the end, what im tryin to said to you is that "Just know you're not alone, cause we gonna make this place our home".
                                                               
                                                               ~AveFauzisar 

Salam ceracau!

0 komentar:

Copyright © 2012 Menceracau.com.