Friend 's Reminder

Sepulang tarawih kok tiba-tiba ada hasrat untuk update tulisan lagi. Memang terasa sejak saya meng-azamkan diri untuk konsisten lagi menulis, kerap datang rasa sayang pada dana yang sudah diestimasikan untuk kepentingan mengkonfersi domain. Buntutnya adalah ada harapan saya bakal lebih rajin nge-blog lagi, paling tidak sehari satu posting selama ramadhan ini.

Oya, belum genap seminggu ini salah satu teman di pesantren, sebut saja namanya Pane menelpon saya tanpa sebab setelah bertukar nomor HP via chat facebook. Ya, bahasa beliau adalah telepon silaturahim, tentu saja cukup rindu juga dengan suara merdu beliau, belakangan karena disibukkan oleh banyak hal termasuk bisnis dan hafalannya, Pane baru melanjkan studinya di bangku kuliah hingga sekarang masih terhitung semester 4.

Teman yang satu ini selalu membuat saya kagum, banyak yang bisa di contoh dan selalu ada yang bisa saya jadikan reminder bagi saya. Pria bersahaja ini belakangan telah merekam suara ngajinya menjadi murottal mp3 yang syahdu.

Kemarin setelah ditelepon, bertanya kabar, saling mendoakan, saling menyemangati. Di akhir perbincangan saya jadi ingat potongan 10 ayat terakhir surat Al-Kahfi yang sering sekali Ia baca ketika praktik menjadi imam di pesantren dulu. Tentu saja nada khas di rima akhirnya yang saya ingat betul.

Berangkat dari ingatan saya tadi, belakangan ini selain menghafalnya kembali, saya mendalami arti maknanya perlahan. Sudah du tiga hari ini menjadi bacaan favorit saya saat shalat/mengimami shalat wajib. Dua di antara ayatnya dalam sekali memberi reminder bagi saya.

" Katakanlah: Maukah kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? "(103)
"Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya di kehidupan dunia, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. (104)"

Bagi saya itu jleb banget kita sudah ngira semua usaha kita, ibadah kita untuk akhirat bakal menghantarkan kita ke syurga, tapi kenyataannya masih dinilai sia-sia oleh Allah. Kan tragis?. Ini bisa jadi karena banyak hal, salah satunya bisa disalahkan sifat riya' dan niat yang belum bersih lillahi ta'alaa.

Kegiatan Outbound Darul Arqam & Baitul Arqam Santri Pesantren Muallimin Muh. Yk.
Dari sana bisa kita buat reminder bagi masing-masih kita sobat ceracau untuk terus berusaha memurnikan niat dan keikhlasan dalam beribadah. Tentu saja bukan membuat kita justru nge-down tanpa harapan dan solusi. Hidup ini perlu kita ingat kembali terlalu singkat untuk dijalani dengan keputus asaan, kegalau, dan keraguan yang selalu menggantung memberatkan benak kita.

Semoga bermanfaat, Selamat fokus Ramadhan..

Salam ceracau.

2 comments:

  1. Thanks aveee... diingetin lg, jleb bener itu 2 ayat itu....

    ReplyDelete
  2. Iya ibu. Saling mengingatkan kan baik bu, ave ingetin juga ya bu..

    ReplyDelete

Copyright © 2012 Menceracau.com.