The Secret to Destroying Laziness (Rahasia Menghancurkan Kemalasan)


Untuk memulai tulisan ini izinkan saya untuk mengakui bahwa saya sebenarnya orang yang sangat malas (lihatlah muka saya). Yang kemudian membuat saya mencari tahu apa sebab-sebab malas itu. Tulisan yang saya buat ini berdasarkan pada pengetahuan yang saya dapatkan dari beberapa video online bertemakan motivasi dan keyword sejenisnya dan juga hasil dari eksperimen pribadi tentang pembuktian teori yang saya dapatkan tersebut, lalu melihat dan mengevaluasi hasilnya.

Baik, masuk ke dalam pembahasan bahwa MALAS itu adalah istilah umum (Mario Teguh), kalau boleh saya terjemahkan, bahwa malas sebenarnya sama dengan emosi lain seperti bahagia, sedih, ketertarikan dll. Sama halnya dengan motivasi yang orang-orang selalu percaya bahwa motivasi adalah hal satu-satunya yang akan menghantarkan seseorang menuju kesuksesan. Padahal faktanya tidak demikian, malas dan ter-"motivasi" adalah sikap yang umum kita temui dalam kehidupan sehari-hari, dimana sikap dasarnya hanya sementara, tidak terkontrol, tidak stabil, seperti halnya sehari sobat merasa sangat termotivasi, hari berikutnya tenggelam dalam kemalasan. Dan itu adalah hal yang sangat NORMAL.

Tips tidak mudah yang ditawarkan untuk mengatasinya karena malas adalah akibat (Mario Teguh) adalah tentu saja mengatasi sebab-sebabnya, mencari tahu sebabnya lalu menyelesaikan. Kadang malas dapat didefinisikan sebagai hal yang menghalangi atau membuat kita menunda untuk melakukan suatu hal yang (penting). Misalnya merasa malas karena ngantuk sebab kurang tidur, ya penyelesaiannya tidur yang cukup, makan-makanan yang sehat, buah-buahan, Mandi!. Ya, mandi bagi saya adalah modal utama menghilangkan kemalasan, semacam titik balik yang diperlukan untuk bekal menghadapi perang dengan kemalasan. Faktanya, dari hasil penelitian orang, mandi dan mendapat sensasi bersih dapat meningkatkan mood dalam melakukan sesuatu.

Oke, kelar dengan pembahasan soal rasa malas, mari kita fokus pada rasa termotivasi. Coba anda pikirkan tentang sudah berapa kali suatu ketika di mana sobat merasa termotivasi dalam melakukan sesuatu, "saya akan memulai bisnis kecil-kecilan saya sendiri", "saya akan memulai menulis blog/novel", "saya akan benar-benar memulai mengerjakan tugas/skripsi besok ini juga", sobat merasa bahwa ini adalah saat yang tepat, dan kemudian benar saja sobat melakukan hal-hal di atas untuk satu hari, dua hari atau bahkan satu minggu, namun setelah itu sobat kembali "stuck" dalam kemalasan, dan berfikir seandainya saya punya 'rasa' dan tenaga motivasi itu lagi.

Saya coba beri contohnya dalam kehidupan nyata seperti misalnya di awal bulan Januari tahun yang baru, Gym (tempat olahraga) akan penuh dengan orang-orang yang akan memulai resolusi di tahun yang baru untuk hidup sehat, menurunkan berat badan, tapi di akhir bulan kembali sepi, bulan selanjutnya sudah sama seperti semula lagi. Hal itu membuktikan bahwa motivasi sangat bersifat temporer (sementara). Hal ini bukan berati sesuatu yang buruk, karena motivasi adalah hal baik yang kita butuhkan setiap bangun dari tidur, susuatu yang membuat sobat merasa "exited" dan bersemangat untuk bergerak dan menyelesaikan banyak hal. Bagi saya "trigger"(pemicu) ini adalah memori di mana saya tinggal di pesantren dan ketika saya sedang membutuhkan uang transferan untuk banyak hal, orang tua saya berbicara lewat telefon bahwa mereka sedang tidak punya cukup uang, banyak hutang dan sebagainya, lalu akhirnya saya harus banyak bersabar, puasa, dan sebagainya. Saya kemudian memikirkannya dari hari-kehari untuk membuat saya termotivasi setiap saat merasa malas, karena saya tidak ingin hal itu dialami anak saya kelak, atau setidaknya saya alami lagi.

Tapi saya tidak hanya mengandalkan hal itu untuk menyelesaikan sesuatu dari hari-kehari. Dari uraian diatas, dapat kita garis bawahi bahwa motivasi adalah hal yang sangat hebat untuk membuat sobat MEMULAI sesuatu, tapi motivasi biasanya sangat tidak bisa diandalkan untuk membuat sobat menyelesaikan apa yang sudah sobat mulai.

Jadi tahukah sobat apa yang membuat sobat dapat menyelesaikan apa yang telah sobat mulai?. GOOD HABBITS. Ya, kebiasaan baik. Manusia adalah ciptaan yang mengikuti kebiasaan, sama seperti prilaku hewan (ya, semacam mata kuliah saya yang menyebalkan :D) bahwa manusia memiliki sikap/prilaku dasar unik yang selalu di aplikasikannya karena pengaruh lingkungan dengan tujuan utama untuk dalam rangka bertahan hidup (survival). Buktinya?, misalnya dalam kuliah/bangku bimbingan belajar dimana kita bebas untuk memilih tempat duduk, tapi perhatikan terkadang kita selalu duduk di tempat yang sama dari hari ke hari. Kenapa? karena kita menemukan kenyamanan dalam kebiasaan, kenyamanan ini adalah 'side effect' dari tujuan utama untuk bertahan hidup (survival) dan merasa aman itu (comfy, cozy). Seperti itulah nyatanya cara otak bekerja.

Otak manusia tidak membedakan mana kebiasaan buruk seperti kebiasaan menunda dan mana yang baik seperti menggosok gigi, otak hanya akan menganggapnya sebagai kebiasaan jika telah dilakukan selama periode waktu tertentu, jadi setiap kali anda meletakkan barang sembarangan, menekan snooze button (menunda bangun), ragu-ragu untuk bimbingan dengan dosen misalnya, sobat telah menambahkan satu batu bata lagi dalam piramida kebiasaan buruk sobat. 

Dan bagian menyedihkannya adalah hal ini membuat otak anda merasa puas, karena otak hanya suka kebiasaan tidak peduli baik atau buruk. Jika dianggapnya sebagai hal yang membuatnya lebih baik dalam bertahan hidup, maka itulah yang direkam dalam alam bawah sadar, dan begini pula lah kerja jam biologis otak, irama sirkadiak otak yang menyimpan baik semua memori itu, seperti misalnya setiap hari kita biasa BAB sebelum jam makan siang lalu suatu ketika iramanya kita rubah menjadi sebelah makan siang karena sedang ada rapat misalnya, maka esok harinya irama BAB harian sobat akan menjadi setelah jam makan siang, begitu seterusnya.

Oleh sebab itu kita butuh kebiasaan yang baik karena ini kan membuat kita tetap dalam trek kebaikan yang diciptakan oleh motivasi anda, kenapa saya bilang demikian, bayangkan ketika anda sudah terbiasa menggosok gigi setiap kali mandi dan dalam satu ketika anda tidak melakukannya? anda akan merasa ada yang salah, ada yang kurang, lalu anda mulai berpikir apa ya? nah ini adalah cara kerja otak dengan irama baiknya tadi, hal inilah yang akan menjadi alarm anda ketika kebiasaan tertentu ditinggalkan. Bagi saya, pernah saya coba tidak gosok gigi selama sehari saja, saya merasa tidak lengkap, merasa menjijikkan, aneh, tidak PD dll. 

Ada yang bilang butuh 21 hari supaya kebiasaan baik bisa menjadi kebiasaan yang tertanam dalam alam bawah sadar sobat, bagi saya berapapun harinya jika setiap bangun tidur anda melakukan kebiasaan baik apapun hal itu seperti anda mencoret subuah tugas yang selesai anda kerjakan, bagi saya tidak masalah. Demikianlah bagaimana good habbits jika diimplementasikan secara baik akan membuat sobat merasa aneh jika meninggalkan sesuatu yang sudah anda biasa lakukan.

Jadi pertanyaannya adalah bagaimana membuatnya menjadi KEBIASAAN?, hal hal yang anda sangat ingin lakukan, hal-hal yang anda malas untuk kerjakan, yang anda tunda-tunda?. Saya Harap sobat bisa menjadikannya kebiasaan dengan misalnya memulai menjadwal dan mengalokasikan waktunya sekian-sekian setiap hari secara terus-menerus di ulang-ulang dan ditambah dengan memori tringger yang saya contohkan diatas. Ciao!




Tonton Videonya di sini  (https://www.youtube.com/watch?v=8UkB-BFNEbE)





  


6 comments:

  1. Semangat, mari kita semangat lagi mwnulis dan menulis, bukankan ada istilah jika ingin diingat maka menulislah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap pak.. semangat selalu.. mohon bimbingangnya pak.. :D

      Delete
  2. Replies
    1. makasih apo bang,.? kkk sama2, saya masih belajar menulis juga bang..

      Delete
  3. benar juga gan, dengan menjadikan kebiasaan, simple

    ReplyDelete
  4. Semangat dalam hal apapun, dan tentunya jangan menunda-nunda. Salam semangat gan..

    ReplyDelete

Copyright © 2012 Menceracau.com.