Lautan

Di kereta api aku akan tetap suka lautan
Walaupun sawah terhampar yang memenuhi mataku
Aku tetap rindu lautan


Pernah kutanya pada temanku
Kenapa harus takut dengan ombak dan arusnya
Kalau kau ternyata cakap berenang

Ku tanya juga yang lain
Kenapa takut lautan karena cerita orang
tentang cerita orang meninggal di lautan
kalau kau ternyata tahu hanya tuhan yang memiliki
penggalan nafasmu

Ku katakan pada mereka sedikit cerita tentang lautan
yang ku tahu darinya
Kalian tak akan pernah bisa merasakan agung dan dalamnya
lautan hingga kau benar-benar menyelam dan duduk di dasarnya

Sama dengan sebegitu tidak tahunya kalian
akan berharganya satu tarikan nafas sampai kalian
harus mati matian menghematnya atau kalian mati di dasarnya

Aku cinta lautan hingga begitu bencinya aku
ketika ku tahu masih ada anak manusia mati kelaparan
sedang ikan di lautan menari-nari berkejaran
mengejekku untuk memanahnya
mengerjaiku

Aku suka lautan karena romantismenya
terpanggang untuk menjadi hujan

Aku suka lautan karena kekayaannya
sebagaimana kutahu sekaya apa penciptanya


KA. Bengawan, 29 Juli 2016
menceracau.



0 komentar:

Copyright © 2012 Menceracau.com.