Soto Daging

Bengawan-29 Juli 2016
pukul 13.31
Disclaimer: foto Mt. Bromo sedang erupsi ini tidak ada hubungannya dengan teks tuisan saya

Assalamualaikum.
sekarang mah udah jamannya nge VLOG dengan kamera yak,. tapi berhubung kita belum punya kamera bagus jadi semetara ini
nge vlognya diganti dengan nulis di Blog. entah kenapa muncul keinginan untuk nulis lagi, tapi kali ini dalam kereta, buang penat,
bosen, dan ngabisin watu dalem kereta memang banyak caranya, bagi saya paling tidak dengan menulis.


Sempat teringat tulisan ust. Ikhwan Ahada 6 tahun yang lalu "Wahai anakku, sibukanlah diri kalian dalam perkara agama, jika tidak kalian akan sibuk, tapi bukan dalam perkara agama". pesan itulah yang kemudaian menarik saya kembali untuk berada di dekat-dekat Muallimin, Ibu sekaligus sekolah yang membesarkan saya.

Maka banyak kutipan atau pesan yang saya sampaikan belakangan pada adik-adik kelas 5 aliyah yang saya ampu adalah ucapan dari asatidz di muallimin ketika saya menjadi santri dahulu.

Kembali ke jogja, bukan untuk menggali lagi kenangan yang telah terkubur lama, buka juga untuk mencukil luka lama yang belum juga kunjung kering.

Tapi kembali ke jogja kini menjadi sebuah bentuk perjanjian damai diri sendiri dengan kenangan. Saya berharap kisah baru akan lahir dari kembalinya saya ke kota ini, maka belakangan ini beberapa hal yang saya lakukan adalah mengunjungi tempat-tempat kenangan dulu di asrama atau sekedar mencicipi kuliner yang dulu sering dimakan. 


Contohnya makanan seperti soto daging, mie dog dog, bakmi jawa dan sebagainya. Jogja begitu kaya sekali dengan cita rasa kuliner yang murah dan enak.

4 Oktober 2016
11:00 WIB


Tapi sebenarnya tidak berhenti begitu saja, belakangan justru saya temukan bahwa jalan hidup yang saya pilih, justru ada hikmah besarnya bahkan ketika saya belum selesai memikirkan ataau merencanakannya.

Misalnya waktu kuliah kemarin, memilih tinggal di masjid ketimbang indekos ternyata membuka kesempatan saya untuk bisa lebih berfikiran terbuka terhadap berbagai harakah dan pergerakan islam, bahkan berkesempatan masuk dan bergaul dengan berbagai unsur tersebut. 

Sebagian justru saya habiskan untuk menjadi perwakilan masjid dalam konferensi nasional asosisasi masjid kampus seluruh Indonesia, tentu saja itu meluaskan cara pandang saya.

Sekarang ini saya kembali ke lingkungan itu itu juga, ke pondok pesantren yang ya.. teman-teman tahu ini komunitas yang agak homogen, minim resiko dan besar kemungkinan baiknya, siap dibentuk dan menjadi kantong masa yang bisa diharapkan di masa depan. 

Kalau saya mungkin hidup diluar, mungkin hanya banyak akan terombang-ambing, jadi ada baiknya saya memilih kembali nyantri, sekalian mengembangkan lagi skill dan kemampuan saya.

Salam ceracau

0 komentar:

Copyright © 2012 Menceracau.com.