Jam Biologis Kacau


Jam biologis tubuh atau biasa disebut irama sirkadiak otak--yang mengatur segala macam reaksi kimiawi tubuh, sekresi hormon, jam tidur, hingga mengatur kapan kebelet BAB rutin harian-- ya, semua itu, punya saya, sedang kacau sekali. 

Belakangan ini sering sekali insomnia, susah sekali tidur malam karena paginya hampir selalu setelah subuh atau setelah sarapan, atau setelah mandi pagi lalu duha, pasti langsung tidur. Jika tidak, pada intinya lama waktu tidur siang saya semakin panjang. Buntutnya ada pada jam tidur malam yang semakin malam.

Belakangan banyak tugas administrasi guru yang harus saya garap hingga larut malam, administrasi semester 1 yang lewat dan semester 2 yang akan datang juga harus selesai. 

Belakangan juga karena susah tidur, jadi semakin banyak waktu berpikir di malam hari, diskusi mandiri dengan diri sendiri tentang apapun; aleppo, akhir dunia, konstelasi politik sekitar turki, nikah, kondisi negara, motif Tntuk LPDP, nikah, uang cetakan baru, Les IeLTS saya, nikah lagi, bahkan hingga fenomena TeLoLet. Intinya saya jadi semakin susah tidur memikirkan itu semua. 

Jadi saya harus memang segera nikah pada akhirnya. Pikiran itu justru yang semakin ternyata membuat saya susah tidur. Baru setelah murajaah hafalan, bisa memejamkan mata dan mengosongkan pikiran lalu tidur. 

Kemarin saya menulis tulisan untuk website anak panah institute, kemarin saya sempat beli lalu sepeeti biasa belajar otodidak tentang panahan dan jemparingan, mengajarkannya ke santri yang masih tinggal di asrama saat libur. Bahkan liburan ini saya alhamdulillah sempat mengirimkan aplikasi MEP ke 4 saya (kalau tidak salah) setelah beberapa kali ditolak/tidak lolos. 

Saya bodoh sekali baru tahu info event tahunan itu di bulan desember dekat sekali dengan deadline, harus muter kesana kemari menyiapkan hal-hal yang perlu dicantumkan, scan dan meminta rekomendasi tokoh yang paling susah. 

Cita - cita saya bisa dapat rekomendasi Buya Syafi'i Maarfi ternyata harus gagal untuk MEP ini karena ternyata seminggu sebelum deadline Buya ke Jakarta. Beberapa kali saya ke kediaman beliau, ke masjid belakang rumah beliau ternyata isya dan magjrib Buya tidak ada. Baru kemudian saya tahu Buya masih di Jakarta. Sayang sekali.

Tapi namanya perjuangan, lelah juga tidak masalah. Walaupun tidak ada remondasi dari buya, ya saya pakai yang ada saja. Saya usahakan ke ketua masjid kampus Unila dulu dan dari Madrasah, sama dari Aikuna. Saya berdoa agar usaha saya dimudahkan Allah. 

Kadang kalau sudah capek seharian beraktifitas padahal musim libur, tidak bisa liburan juga karena jadwal les IELTS sampai akhir tahun setiap sore sampai gelap, lelah, yang mengingatkan untuk semangat tinggal tulis-tulisan itu di tembok kamar. "Amat Victoria Curam-Victory loves preperation- Al Ghalabu Yuhibbul Isti'daada" atau yang saya baca belakangan "Trough pain we suffer, we become stronger" .

Yuk lah semangat. Demi cari ridho Allah, demi nikah cepet. Hahahaha. 

0 komentar:

Copyright © 2012 Menceracau.com.