Hujannya Jogja































Jogja belakangan kerap dicelup hujan
Basah mendadak

Ya.. hujan tidak perlu peduli agenda manusia
Perasaannya, keluh kesah di harinya
Buat apa? Ia sudah mengatongi perintah
Kalau harus turun ya sudah..
turun saja

Langit kelabu jamak dengan mendung
Membuatku banyak terduduk merenung
Kebanyakan memang tentang masa depan
Tentu saja sisanya tentang cinta dan kekaguman

Bagiku berasmara berarti siap kecewa
berhasrat harus rela melarat
bercinta berarti juga sudi untuk berduka dan merana
Persis sebagaimana siapnya Majnun
dipisah dengan Laila

Perkara kecewa karena mencinta 
tak ubahnya ibarat hujan
Sama. Serupa. Sebangun.

Hujan, tergantung siapa yang menanggapinya,
Musibah atau anugrah
Bagaimanapun akan tetap turun hingga Tuhan memintanya untuk tidak

Gunakan payung atau kehujanan sekalian 
tidak perlu menunggu hujan mereda
Buat apa?
hujan tidak pernah punya niatan menjebak anda


Beranjaklah..
buatlah hujan menjadi pembasuh duka
Sembelihlah perasaan tidak perlu itu dengan deras tetesnya
setelahnya anda hanya perlu mandi kan?


Teroboslah..
bahkan jika cinta sedang bersama anda
Bukankah hujan-hujanan dengannya adalah hal yang romantis untuk dilakukan? 

Yogya, 8 Oktober 2017
Ave S. Fauzisar
"Shit happens, just flush it and move on!"

0 komentar:

Copyright © 2012 Menceracau.com.